image1 image2 image3
logo

Sejarah

Stasiun Lapangan Pemberantasan Vektor (SLPV) kotabaru, kemudian menjadi Loka Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (Loka Litbang P2B2) lahir atas adanya kebutuhan inovasi baru dalam intensifikasi pemberantasan penyakit bersumber binatang. Sejalan dengan kebijakan desentralisasi di kabupaten, melalui proyek bantuan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang memperkuat kemampuan kabupaten di sektor kesehatan, maka Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu lahir melalui projek ICDC-ADB (Intensified Communicable Control). Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu merupakan UPT Badan Litbangkes Depkes RI yang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1999. Loka Litbang P2B2 T anah Bumbu beberapa kali mengalami perubahan nama. Awalnya bernama SLPV yang di bawah binaan kanwil Depkes Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian berubah menjadi UPF-PVRP (Unit Pelaksana Fungsional Penelitian Vektor Reservoir Penyakit) dibawah binaan BPVRP (Balai Penelitian Vektor dan Reservoar Penyakit) Salatiga. Berdasarkan SKEP Menkes RI Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2003, kemudian diperbaharui dengan Nomor 894/Menkes/Per/IX/2008, tanggal 24 September 2008 menjadi Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Loka Litbang P2B2) dengan unggulan Penelitian Parasitik Pencernaan. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 920/Menkes/Per/V/2011 tanggal 05 Mei 2011, Loka Litbang P2B2 Tanah Bumbu dikembangkan menjadi Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu wilayah kerja Regional Kalimantan.

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi

KEDUDUKAN

Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang adalah Unit pelaksana Teknis di linkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

TUGAS  POKOK

Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu Bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) di wilayah Regional Kalimantan.

FUNGSI

1. Penyusunan rencana dan program penelitian dan pengembangan P2B2
2. Pelaksanaan kerjasama penelitian dan pengembangan P2B2
3. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pengembangan P2B2
4. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan pengendalian penyakit sesuai keunggulannya
5. Penentuan karakteristik epidemiologi penyakit bersumber binatang
6. Pengembangan metode dan teknik P2B2
7. Pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan P2B2
8. Pengembangan jaringan informasi
9. Pelaksanaan diseminasi dan promosi hasil-hasil penelitian dan pengembangan P2B2
10. Pelaksanaan urusan ketata usahaan dan kerumah tanggaan

 

Tujuan dan Sasaran

TUJUAN

Mengidentifikasi daerah endemis malaria dan P2B2 lainnya terutama penyakit parasitik pencernaan dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinnya peningkatan kasus sehingga dapat dikethui intervensiyang tepat untuk pengendalian.

SASARAN

Sasaran dari kegiatan Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu adalah daerah yang mempunyai masalah P2B2, dalam jangkauan wilayah regional Kalimantan.

 

Rencana Stratejik

VISI

Sebagai pusat penelitian dan pengembangan pencegahan dan pengendalian penyakit bersumber binatang (P2B2).

MISI

Melaksanakan penelitian dan pengembangan pencegahan dan pengendalian penyakit bersumber binatang, dengan unggulan penelitian parasitik pencernaan serta melaksanakan pengembangan institusi, meningkatkan jaringan kerjasama lintas program dan lintas sektor.

STRATEGI

1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan sesuai metode ilmiah, kaidah etika dan peraturan yang berlaku serta berlandaskan azas kemitraan
2. Pengadaan dan pengembangan SDM penelitian dan pengembangan sesuai dengan analisis kebutuhan
3. Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana melalui pemanfaatan yang tersedia dan pengadaan yang baru
4. Peningkatan jaringan kerjasama dengan peran pakar dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan, peningkatan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Pergguruan Tinggi, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Swasta dan LSM serta lintas sektor lainnya.

 

Kebijakan dan Program

KEBIJAKAN

1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan mengacu kepada agenda prioritas penelitian dan pengembangan kesehatan dan program P2B2 serta berdasrkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai metode ilmiah serta kaidah etika
2. Pelakssanaan penelitian dan pengembangan memperhatikan komitmen global dan nasional berupa pemberlakuan desentralisasi
3. Identifikasi dan perumusan masalah penelitian dan pengembangan diintegrasikan antar Badana Litbangkes dengan Ditjen P2M-PL, Pemda dan LSM
4. Penelitian dan Pengembangan diarahkan untuk menghasilkan masukan bagi perumusan kebijakan, penciptaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna
5. Penelitian dan pengembangan dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergisme untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan kesehatan nasional
6. Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan pakar dari intern Badan Litbangkes
7. Pemanfaatan pelayanan sumber dana hibah

PROGRAM

Pengembangan program ditujukan bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai yang tercantum dalam SK Menkes Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2003 serta pengembangan peran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi Regional. Secara garis besar, program Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu adalah sebagi berikut :

1. Program penelitian dan pengembangan
2. Program peningkatan institusi


 

2018  Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu