image1 image2 image3
logo

Adakah Infeksi Cacing Taenia solium pada Masyarakat Dayak Meratus?

HSU - Kabupaten Hulus Sungai Selatan adalah salah satu Kabuaten yang terdpat di Provinsi Kalimantan Selatan. Nama ibukota Kabupaten HSS adalah Kandangan, Secara topografi Kabupaten HSS terdiri atas pegunungan dan dataran rendah alluvial. suku yang mendiami sebagian besar wilayah di kabupaten HSS adalah suku Banjar sedangkan untuk suku lain seperti suku dayak meratus bisa ditemui di Kecamatan Loksado. Pada suku Dayak Meratus, masyarakatnya masih sering mengkonsumsi daging Babi yang dimasak tidak sempurna seperti di panggang. Hal ini dapat menjadi faktor resiko terjadinya infeksi cacing Taenia Solium. Taenia solium adalah cacing pita babi yang termasuk dalam keluarga Taeniidae. Ini adalah parasit zoonotik usus ditemukan di seluruh dunia, dan yang paling umum di negara-negara di mana babi dimakan. Cacing dewasa ditemukan pada manusia dan memiliki tubuh datar, seperti-pita, yang berwarna putih dan panjangnya 2 sampai 3 m.

 

Berdasarkan hal ini maka unit parasitologi Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu melakukan kegiatan survei kecacingan di Kecamatan Loksado untuk melihat ada tidaknya infeksi cacing Taenia solium pada Masyarakat Dayak Meratus di Kecamatan Loksado. Kecamatan Loksado terkenal sebagai tempat wisata air terjun dan pemandian air panas serta kegiatan Bamboo rafting. Keindahan alam di Kecamatan loksado yang terletak di Pegunungan Meratus menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan berkunjung kesana.

Pemeriksaan kecacingan dilakukan pada anak sekolah dasara di dua sekolah dasar yang di rekomendasikan oleh Dinas Kesehatan HSS yaitu SDN Tanuhi dan SDN Loksado. Kegiatan yang dilakukan selain pemeriksaan kecacingan juga dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan, wawancara kepada anak sekolah yang diambil tinjanya untuk diperiksa dan observasi lingkungan sekolah. 

Berdasarakan hasil pemeriksaan diketahui prevalensi kecacingan sebesar 7,1 % dari 184 sampel yang diperiksa dengan infeksi cacing terbanyak yang ditemukan adalah cacing Hookworm. Cacing hookworm menginfeksi manusia melalui kontak langsung larva cacing hookworm dengan kulit manusia. Hal ini menandakan anak-anak masih suka bermain dengan tanah dan keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki. Cacing hookworm dapat mengakibatkan anemia pada penderita dan apabila tidak ditangani dengan cepat dapat mengakibatkan anemia berat dan mengganggu pertumbuhan anak-anak. Pada kegiatan ini cacing Taenia yang diduga ada menginfeksi anak-anak tidak berhasil ditemukan. (Deni F)

 

**********

2018  Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu