Survei Filariasis di Desa Sentinel Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Published: Tuesday, 20 June 2017

Eliminasi filariasis menjadi salah satu prioritas program Kementerian Kesehatan untuk mencapai Indonesia Bebas Kaki Gajah tahun 2020. Untuk mewujudkan hal itu dilakukan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA), dimana setiap penduduk kabupaten/kota endemis Kaki Gajah serentak minum obat pencegahan setiap bulan Oktober selama 5 tahun berturut-turut. Kabupaten Tapin pada tahun 2016 sudah melakukan 3 kali pengobatan masal filariasis, sehingga pada tahun 2017 unit Parasitologi Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin melaksanakan kegiatan survei filariasis di desa sentinel untuk melakukan evaluasi pengobatan tahun ketiga. 

Kegiatan dilaksanakan setelah 6 bulan pengobatan filariasis pada tahun 2016, yaitu pada tanggal 22-26 Mei 2017 di Desa Sungai Salai Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin. Jumlah sampel minimal yang diperlukan sebesar 300 sampel. Kegiatan pengumpulan sediaan darah jari (SDJ) dilakukan di beberapa pos serta dibantu oleh petugas puskesmas dan kader filariasis untuk menggerakkan masyarakat agar mau diambil darahnya. Kegiatan ini dilakukan tanpa memberikan bahan kontak kepada masyarakat, sehingga ada ketakutan jumlah sampel yang di inginkan tidak tercapai, namun dengan peran aktif petugas puskesmas, kader dan aparat desa jumlah sampel minimal bisa tercapai. 

Berdasarakan hasil pengumpulan SDJ didapat 320 sampel darah dan dari hasil wawancara dengan warga yang diambil darahnya kebanyakan warga mengaku meminum obat filariasis yang didapat tidak dihadapan petugas atau kader yang membagikan obat. Dari 320 sampel yang diperiksa dan di cek ulang ditemukan 1 orang postif ditemukan cacing filaria di dalam darahnya. Jenis cacing filaria yang ditemukan adalah Brugia malayi. Berdasarakan hasil wawancara dengan penderita positif, penderita tidak pernah meminum obat kaki gajah sehingga inilah dugaan kenapa masih ditemukan penderita positif setelah tahun ketiga pengobatan filariasis di Desa Sungai Salai. 

Hasil pemeriksaan kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin dan Puskesmas Margasari agar bisa dilakukan tindakan pengobatan dan menyusun strategi pembagian obat filariasis agar masyarakat benar-benar mengkonsumsi obat yang dibagikan. (Deni F)

 

 

*********

Hits: 154