SDJ Filariasis di Desa Bilas Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong

Published: Wednesday, 02 November 2016

Tabalong - Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia telah melaksanakan MBS (Mass Blood Survey) Filariasis di Desa Bilas Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong pada 24-27 Oktober 2016. MBS Filariasis adalah pemeriksaan darah tepi untuk mengetahui ada tidaknya mikrofilaria dalam darah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 malam. Ini dikarenakan mikrofilaria umumnya memiliki periodisitas nokturna, yaitu banyak terdapat di dalam darah tepi pada malam hari, sedangkan pada siang hari banyak terdapat di kapiler organ seperti paru-paru, jantung, dan ginjal. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 94 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Filariasis, maka jumlah minimal masyarakat yang diambil darahnya yaitu sebanyak 300 orang. Jumlah masyarakat yang bersedia diperiksa darahnya pada kegiatan ini adalah 360 orang.

Kegiatan MBS Filariasis oleh Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, dimaksudkan sebagai upaya untuk mendukung Program Eliminasi Filariasis Global di Indonesia. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan eliminasi filariasis di Kabupaten Tabalong. Jika jumlah masyarakat yang positif ditemukan mikrofilaria (Mf Rate) sama dengan atau lebih besar dari 1% dari total yang diperiksa, maka daerah tersebut masih dinyatakan sebagai daerah Endemis Filariasis. Untuk daerah tersebut maka harus melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal (POPM) Filariasis. Sedangkan jika Mf Rate kurang dari 1%, maka daerah tersebut ditetapkan sebagai daerah  Non Endemis Filariasis dan harus melaksanakan pengobatan selektif, yaitu pengobatan hanya diberikan pada penderita yang positif mikrofilaria. (©esha.2016)

*********

Hits: 935