Monitoring Evaluasi Stunting Kabupaten Tanah Bumbu

Published: Wednesday, 01 August 2018

Tanah Bumbu –  31/7 2018 dilaksanakan rapat koordinasi hasil Evaluasi laporan Tim Kecil Stunting sebagai tindak lanjut evaluasi lapangan terhadap daerah yang memiliki angka anak terduga stunting karena pertumbuhannya kurang dari anak lainnya, sehingga diperlukan penanganan yang lebih untuk mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Tanah Bumbu. Evaluasi lapangan dari tim kecil Stunting ini telah dilaksanakan dari tanggal 17 Juli s.d 26 Juli 2018.

 

Desa yang di datangi pada evaluasi lapangan stunting tersebut adalah :

  • Desa Pulau Salak Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Pagarruyung Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Rantau Panjang Hulu Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Pulau Tanjung Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Pejala Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Juku eja Kecamatan Kusan Hilir
  • Desa Karang IntanKecamatan Kuranji
  • Desa Pandan SariKecamatan Karang Bintang
  • Desa Guntung Kecamatan Kusan Hulu
  • Desa Batu Ampar Kecamatan Simpang Empat

 epala    Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, H.M. Damrah, menyatakan bahwa  Stunting merupakan program strategis nasional yang telah menjadi program Pemerintah untuk mengatasi stunting, maupun potensi terjadinya stunting di Indonesia. Dari hasil data survei stunting di seluruh Indonesia, Propinsi Kalimantan Selatan dari tahun  2015,2016 dan 2017 rata-rata potensi stunting  terendah 17%.

Beliau juga menyatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya potensi stunting di masyarakat baik dari masalah kesehatan maupun faktor lainnya seperti kebiasaan masyarakat dalam pola asuh anak (Pemberian ASI, makanan anak dll). Perhatian keluarga terhadap Ibu hamil diperiksa maks 4 kali penambahan tablet tambah darah dan konsumsi air bersih Anak bayi lahir wajib di berikan ASI eklusif setelah melahirkan, Pemberian Imunisasi TB Paru. Hamil Usia Dini bisa jadi penyebab stunting.

Koordinasi yang baik dari seluruh sektor juga menjadi sangat penting untuk mengatasi potensi stunting yang terjadi dengan melaksanakan sosialisasi dari masing-masing SKPD untuk mencegah pernikahan dini di masyarakata, larangan merokok, intervensi terhadap anak yang berpotensi stunting, Kartu Kembang Anak agar bisa dimiliki seluruh anak di Kabupaten Tanah Bumbu, intervensi pada ibu hamil.

Roswandi Saleem,  Sekretris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu pada kegiatan ini juga memberikan masukan agar masing-masing SKPD saling berkoordinasi untuk mengatasi masalah potensi Stunting ini dengan membuat SOP, melibatkan peran swasta dalam mengatasi potensi stunting dimasing-masing desa tersebut, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami masalah stunting, dan lebih mensosilaisasikan Program Indonesia Sehat yang telah digemakan oleh Kementerian Kesehatan . (Musdepi A

 

**********

 

Hits: 155