Tren Kecacingan di Desa Teluk Kepayang

Published: Tuesday, 06 March 2018

Tanah Bumbu - Kecacingan adalah penyakit parasit pencernaan yang umum dan mudah menginfeksi manusia, terutama usia anak-anak, namun justru kurang diperhatikan. Kecacingan merupakan penyakit menular terabaikan (neglected diseases), karena tidak menyebabkan kematian secara langsung pada penderitanya, namun lambat laun dapat mempengaruhi gizi dan tumbuh kembang anak pada masa pertumbuhannya.

Program kecacingan di Kabupaten Tanah Bumbu hanya terfasilitasi bersama-sama dengan pengobatan massal filariasis DEC melalui kombinasi pemberian obat kecacingan Albendazole. Melalui kerjasama Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dan Puskesmas Teluk Kepayang, tim Unit Laboratorium Parasitologi melakukan survei kecacingan sebagai salah satu kegiatan rutin laboratorium. Survei kecacingan ini meliputi sosialisasi kecacingan dan pemeriksaan sampel tinja pada anak usia sekolah dasar, serta pemeriksaan sampel tanah di wilayah Desa Teluk Kepayang Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan pada 5-7 Februari 2018.

Pemeriksaan sampel tinja dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi dengan metode pemeriksaan langsung (nativ) menggunakan pewarnaan lugol. Hasil pemeriksaan sampel tinja menunjukkan adanya kasus kecacingan di Desa Teluk Kepayang sebesar 4,2% dari 215 sampel tinja yang diperiksa. Penyebab kecacingan adalah cacing Hymenolepis nana (44,4%), Hookworm (22,2%), Trichuris trichiura (11,1%) dan Enterobius vermicularis (22,2%).

Sebagian cacing usus pada manusia memerlukan media tanah untuk melanjutkan siklus hidupnya sehingga dinamakan Soil Transmitted Helminth (STH) yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides),  hookworm (cacing tambang yang disebabkan oleh Ancylostoma duodenale atau Necator americanus), dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Pemeriksaan tanah adalah untuk mengetahui potensi tercemarnya tanah oleh cacing. Jika tercemar oleh cacing yang dapat menginfeksi dan hidup berkembang dalam tubuh manusia, maka hal ini dapat meningkatkan risiko penularan kecacingan. Pemeriiksaan dilakukan dengan metode pengapungan (floatation methode). Terdapat larva cacing pada hasil pemeriksaan sebesar 10% dari 30 titik sampel yang diambil di wilayah Desa Teluk Kepayang.

Anak-anak lebih mudah tertular kecacingan daripada orang dewasa karena kebiasaan bermain di tanah dan kurang/tidak mandiri dalam menjaga kebersihan diri. Dengan demikian kecacingan dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan pribadi dan lingkungan, antara lain mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah BAB, mencuci bersih sayuran dan buah-buahan yang dimakan mentah, menutup makanan sebelum dimakan agar tidak dihinggapi serangga atau binatang lainnya, BAB di jamban berseptik tank, dan tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman. (Annida)

 

**********

Hits: 96